Senin, 20 September 2010

NDP Nafas Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI )


Bagian-Bagian NDP
*      Landasan dan Kerangka Berpikir
*      Dasar-Dasar Kepercayaan
*      Hakekat Penciptaan dan Eskatologi
*      Manusia dan Nilai-Nilai Kemanusiaan
*      Kemerdekaan Manusia dan Keniscayaan Universal
*      Individu dan Masyarakat
*      Keadilan Sosial dan Ekonomi
*      Sains Islam
Tantangan Globalisasi
*      Arus informasi dan komunikasi mengalir tanpa batas
*      Modal mengalir dengan prinsip “capital has no flags”
*      Otoritas negara melemah
*      Akumulasi kapital oleh kapitalis semakin mudah
*      Kesenjangan ekonomi meningkat
*      Penyebaran empat isu seksi: yakni demokrasi, HAM, Lingkungan, dan Anti Teroris.
*      Transformasi besar-besaran pada struktur dan kultur masyarakat.
Tips Menghadapi Globalisasi
*      Human Resources Empowering. To be learning people.
*      Siapa yang menguasai informasi dia akan menguasai dunia. To be learning organization/Society : manajemen organisasi berbasis TI.
*      Think Globally act locally.
*      Transformasi kearifan lokal.
Manusia dan Nilai-nilai Kemanusiaan
*      Aspek Basyariah (Fisiologis)
*      Aspek Annas (Sosiologis)
*      Aspek Insan Psikologis
Kemerdekaan Manusia (Ikhtiar) dan Keniscayaan Universal (Takdir)
*      Keniscayaan Universal/Takdir merupakan syarat munculnya ikhtiar. Tanpa Takdir tidak mungkin perlu ikhtiar.
*      Bedakan antara Takdir/Sunnatullah dengan Nilai
*      Untuk dapat bertahan nilai harus selaras dengan sunnatullah.
Perbedaan Sunnatullah dan Nilai
Prinsip                                                            Nilai
*      Hukum Alam                                       Kesepakatan
*      Universal                                             Lokal
*      Objektif                                              Subjektif
*      Eksternal                                             Internal
*      Tidak berubah                                     Berubah
*      Terbukti dgn sendirinya                        Pembuktian berbeda2
Al Fath (48:23) Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.
Individu dan Masyarakat
*      Manusia adalah makhluk berjiwa individual dan berjiwa bermasyarakat/sosial secara sekaligus.
*      Kedua aspek ini mesti dipahami dan di letakkan pada porsinya masing-masing secara terkait. Sebab yang pertama  melahirkan perbedaan dan yang kedua melahirkan kesatuan.
*      Karena itu mencabut salah satunya dari manusia itu berarti membunuh kemanusiaannya.
Keadilan Sosial dan Ekonomi
*      Bagi Islam satu - satunya jalan yang dapat mengatasi masalah ketidak adilan adalah dengan memberikan jaminan pendapatan tetap, dengan kemungkinan mendapatkan lebih banyak
*      Serta mengubah konsepsi manusia tentang manusia dan pandangan hidupnya dari semata-mata bersifat materialistik ke kesadaran teologis dan ekskatologis, tanpa memasung atau bahkan mematikan naluri alamiahnya
Sains Islam
*      Islamisasi sains terhadap sains-sains modern (sains positivisme) merupakan bentuk keseriusan dalam menjawab efek negatif sains modern yang materialistik, anti metafisika.
*      Sekaligus sebagai wujud dari naturalisasi sains didunia Islam, sehingga pengaruhnya yang negatif terhadap gagasan metafisis (Teologi dan Ekskatologi) dan nilai-nilai agama Islam lainnya dapat dihindari.
*      Hasil dari upaya islamisasi sains inilah yang kita sebut sains islam.



MISSION Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI )

Mission, Kepemimpinan, dan Sirkulasi Elit Nasional
 Oleh; Arip Musthopa, SIP Ketua Bidang Pembinaan Anggota PB HMI 2006 - 2008

Pengertian Dasar Mission
  1. Mission ; Sesuatu yang kita emban, pengemban mission = misionaris = juru dakwah
  2. Mission HMI ; Mewujudkan tujuan HMI
  3. Mission HMI saat ini = Tujuan HMI saat inni ; Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan islam serta bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang di ridhoi ALLAH SWT.
  4. Implementasi mission menuntut adanya strategi dan taktik serta instrumen ( SDM, kekuasaan, & finansial )
  5. Mission HMI di awal kelahirannya; 
  • Mempertahankan NEGARA REPUBLIK INDONESIA dan mempertinggi derajat rakyat indonesia, dan
  • Menegakkan serta mengembangkan ajaran agama islam. 
Spirit Misi HMI
  1. Spirit Misi HMI adalah spirit trilogi misi islam, yaitu ; " Hendaknya di antara kamu ada umat yang melakukan da'wah ila al khair, amar makruf dan nahi mungkar dan mereka itulah orang - orang yang bahagia / beruntung ( Q.S. 3: 104 )"
  2. Al khair = " kebijakan universal"
  3. Al makruf = "yang telah diketahui" ( sebagai benar,hukum / kebijakan )
  4. Al munkar = "yang diingkari" ( oleh hati nurani )
Mission HMI Equivalent Mission Islam Masuk Bumi Nusantara (1)
  1.  Islam masuk ke bumi nusantara sekitar tahun 1200. Masuknya Islam ke bumi nusantara memiliki makna yang sangat penting bagi penduduk bumi nusantara. Karena pada periode itu Islam sedang mengalami puncak kejayaan sebagai suatu peradaban dan bahkan pemimpin peradaban dunia. Pada masa-masa itu (abad ke-5 s.d. 7 H), hidup pemikir-pemikir besar dunia (Islam), seperti Ibn Sina (wafat 428 H/1037 M), Al Ghazali (wafat 505 H/1111 M), Ibn Rusyd (wafat 594 H/1198 M), dan Ibn Taymiyyah (wafat 728 H/1328 M).
Mission HMI Equivalent Mission Islam Masuk Bumi Nusantara (2)
  1. Peranan Islam untuk memodernkan penduduk bumi nusantara sempat terinterupsi selama 3,5 abad (1596-1942 M) ketika bumi nusantara dijajah oleh Belanda. 
  2. Pada masa itu, penduduk bumi nusantara yang mayoritasnya telah muslim kehilangan kekuasaan baik secara ekonomi maupun politik sehingga tidak dapat dengan leluasa menjalankan misinya, yakni memodernkan penduduk bumi nusantara. Kondisi ini dipersulit dengan kemunduran peradaban dunia Islam pada umumnya sejak abad ke-15 M.
Mission HMI Equivalent Mission Islam Masuk Bumi Nusantara (3)
  1. Ikhtiar untuk merebut kembali kekuasaan ekonomi dan politik baru dapat dilakukan secara signifikan pada awal abad ke-20 ketika mulai muncul kaum intelegensia muslim sebagai produk pendidikan pemerintah kolonial Belanda yang dikenal dengan politik etis pada akhir abad ke-19 M.
  2. Ikhtiar merebut kekuasaan ekonomi dan politik tersebut memunculkan gerakan nasionalisme Indonesia yang menginginkan kemerdekaan Indonesia dari Belanda. Peranan Islam dalam kelahiran nasionalisme ini sangat penting karena Islam merupakan media persemaian nasionalisme Indonesia itu sendiri sejak awal hingga ke depannya. 
Mission HMI Equivalent Mission Islam Masuk Bumi Nusantara (4)  
  1.             Agama Islam tidak begitu saja menyerap nurani suatu kebangsaan secara pasif. Agama ini menjadi pengadaan saluran dini dari perkembangan nasionalisme yang matang, nasionalisme modern, suatu saluran yang sampai sekarang masih sangat penting.[1]
 [1] George Mc Turnan Kahin, Refleksi Pergumulan Lahirnya Republik: Nasionalisme dan Revolusi di Indonesia (Nationalism and Revolution in Indonesia), Penerjemah Nik Bakdi Soemanto, Pustaka Sinar Harapan dan UNS-Press, Solo, 1995, hal 59.
 Modal Dasar Mission HMI 
  1. Semangat kelahiran HMI : 5 Februari 1947 / 14 Rabiul Awal 1366 H ( Psl 2 AD)
  2. Asas HMI : Islam (Psl 3 AD)  
  3. Usaha HMI : Pasal 5 AD  
  4. Status : Organisasi Kemahasiswaan (Psl 6 AD)
  5. Sifat : Organisasi Independen (Psl 7 AD)
  6. Fungsi : Organisasi Perkaderan (Psl 8 AD)
  7. Peran : Organisasi Perjuangan (Psl 9 AD)
  8. Anggota : Mahasiswa Muslim (Psl 10 AD)
 
Formasi dan Sirkulasi Elite di Indonesia
 
Periode Kemudaan

Tren Utama
Periode Kemudaan

Aktor Dominan

Periode Maturitas

1900an – 1930an

Pendidikan Modern

Intelektual

1940an - 1960an

1940an – 1960an

Perjuangan Fisik

Angkatan Bersenjata

1970an – 1990an

1960an – 1990an

Organisasi Sosial / Politik

Organisatoris / Akitivis

2000 – 2020

1990an - Skrang

Pasar / Dunia Bisnis

Enterprenuer / Bisnis Profesional

2020 - ??


Sejarah Berdirinya Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI )

1. Latar belakang pemikiran
Berdirinya himpunan mahasiswa islam (HMI) diprakarsai oleh Larfan Pane, seorang mahasiswa STI (Sekolah Tinggi Islam), kini UII (Universitas Islam Indonesia) yang masih duduk di tingkat I. Tentang sosok Lafran Pane,dapat di ceritakan secara garis besarnya antara lain bahwa pemuda Lafran Pane lahir di Sipirok Tapanuli Selatan, Sumatra utara. Pemuda lafran pane yang tumbuh dalam lingkungan nasionalisme muslim pernah mengenyam di pendidikan pesantren, ibtidaiyah, wusta dan sekolah muhamadiyah.
Adapun latar belakang pemikiran dalam pendirian HMI adalah : "Melihat dan menyadari bahwa kehidupan manusia dan mahasiswa yang beragama islam pada waktu itu, yang pada umumnya belum memaham dan mengamalkan ajaran agamanya. Keadaan yang demikian adalah akibat dari system pendidikan dan kondisi masyarakat pada waktu itu. Karena itu perlu di bentuk organisasi untuk merubah kondisi tersebut.organisasi mahasiswa ini harus mempunyai kemampuan untuk mekikuti alam pemikiran mahasiswa yang selalu menginginkan inovasi atau pembaharuan dalam segala bidang, termasuk pemahaman dan penghayatan agamanya, yaitu agama islam. Tujuan tersebut tidak akan dilaksanakan kalau NKRI tidak merdeka, rakyatnya melarat. Maka organisasi ini harus turut mempertahankan Negara Republik Indonesia kedalam dan keluar, serta ikut memperhatikan dan mengusahakan kemakmuran akya.

2. Peristiwa Bersejarah 5 Febuari 1947
Setelah melakukan beberapa kali mengadakan pertemuan yang berakhir pada kegagalan. Lafran pane mengadakan rapat tanpa undang, yaitu mengadakan pertemuan secara mendadak yang mempergunakan jam kuliah tafsir. Ketika itu hari rabu 14 rabiul awal 1366, bertepatan pada 5 febuari 1947, di salah satu ruang kuliah STI di Jalan Setiodiningrat (sekarang panembahan senopati), masuklah mahasiswa lafran pane yang dalam perangkatnya dalam memimpin rapan antaralain mengadakan "Hari ini adalah pembentukan organisasi mahasiswa islam, Karena persiapan yang di perlukan sudah beres. Yang mau HMI sajalah yang mau di ajak mendirikan HMI, dan yang menentang biarlah dia menentangtoh tanpa mereka organisasi ini bias berdiri dan berjalan".

3. Tujuan berdirinya HMI

Pada awal pembentukan HMI bertujuan diantaranya sebagai berikut:
a. Mempertahankan NKRI dan mempertinggikan derajat rakyat Indonesia
b. Menegakkan dan megembangkan ajaran agama islam.

4. Tokoh-tokoh himpunan mahasiswa islam (HMI)

Tokoh-tokoh pemula / pendiri HMI antara lain:
a. Lafran pane (Yogya)
b. Karnoto Zarkasyi (Ambarawa)
c. Dahlan Husein (Palembang)
d. Maisaroh Hilal (Singapura)
e. Suwali
f. Yusdi Ghozali (Semarang)
g. Mansyur
h. Siti Zainah (Palembang)
i. Hasan Basri
j. Marwan
k. Zulkarnan
l. Tayib Razak
m. Toha Mashudi (Malang)
n. Baidron Hadi (Yogya)

5. Faktor pendukung berdirinya himpunan mahasiswa islam (HMI)

a. Posisi dan arti kota Yogyakarta
• Yogyakarta sebagai ibukota NKRI dan kota perjuangan
• Pusat gerakan islam
• Kota universitas/ kota pelajar
• Ppusat kebudayaan
• Terletak di central of java

b. Kebutuhan penghayatan dan keagamaan mahasiswa
c. Adanya tuntutan perang kemerdekaan bangsa Indonesia
d. Adanya STI (Sekolah Tinggi Agama Islam), BPT (Balai Perguruan Tinggi)
e. Gajah mada, STT (Sekolah Tinggi Tehnik)
f. Adanya dukungan presiden STI Prof. Abdul Kahar Muzakir
g. Umat islam Indonesia mayoritas

6. Fase-fase perkembangan himpunan mahasiswa islam (HMI) dalam perjuangan bangsa Indonesia

a. Fase konsilidasi perkembangan spiritual (1946 - 1947)
Sudah diterangkan di atas.

b. Fase pengkokohan (5 febuari 1947 – 30 november 1947)
Selama kurang lebih 9 (Sembilan) bulan, reaksi-reaksi terhadap kelahiran HMI barulah berakhir. Masa Sembilan bulan itu di pengaruhi untuk menjawab berbagai reaksi dan tantangan yang dating silih berganti, yang kesemuanya itu saling mengokohkan eksistensi HMI sehinga dapat berdiri tegak dan kokoh.

c. Fase Perjuangan Bersenjata (1947-1949)
Seiring dengan tujuan HMI yang di gariskan sejak awal berdirinya, maka konsekuensinya dalam masa perang kemerdekaan, HMI terjun kegelangangan pertempuran melawan agresi yang di lakukan oleh belanda, membantu pemerintah baik memegang senjata bedil dan bamboo runcing, sebagai setaff, penerangan, penghubung. Untuk menghadapi pemberontak di Madiun 18 september 1948, Ketua PPMI / Wakil ketua PBHMI Ahmad Tirtosudiro membentuk corps mahasiswa (CM), dengan komandan hartono dan wakil komandan Ahmad Tirtosudiro, ikut membantu pemerintah pemberontakan PKI di Madiun. Dendam serta benci itu Nampak sangat menonjol pada tahun 1964-1968, di saat menjelang meletusnya G30 S / PKI.

d. Fase pertumbuhan dan perkembangan HMI (1950-1963)
Selama para kader HMI yang terjun ke gelengang pertempuran melawan pihak pihak aggressor, selama itu pula pembina organisasi terabaikan.namun hal seperti itu di lakukan secara sadar, karena itu semua meliarisir tujuan dari HMI sendiri. Serta dwi tugasnya yakni tugas agama dan tugas bangsa. Maka dengan adanya penyerahan kedaultan rakyat tanggal 27 desember 1949, mahasiswa yang berniat untuk melanjutkan kuliahnya ermunculan di Yogyakarta. Sejak tahun 1950 dilakukan konsilidasi internal organisasi. Disadari bahwa konsilidasi organisasi adalah masalah besar sepanjang masa. Bulan juli 1951 PB HMI dipisahkan dari Yogyakarta ke Jakarta.

e. Fase tantangan (1964-1965)
Dendam sejarah PKI kepada HMI merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi HMI. Setelah agitasi-agitasinya berhasil membubarkan masyumi dan GPII, PKI menganggap HMI adalah kekuatan ketiga umat islam. Begitu bersemangatnya PKI dan simpatinya dalam membubarkan HMI, terlihat dalam segala aksi-aksinya, mulai dari hasuran, fitnah propaganda hingga aksi-aksi rill beruba penculikan dan sebagainya. Usaha-usaha yang gigih dari kaum komunis dalam membubarkan HMI ternyata tidak menjadi kenyataan, dan sejarahpun telah membeberkan dengan jelas siapa yang kontra revolusi, PKI dari puncak aksi pada tanggal 30 september 1965 telah membuatnya sebagai salah satu organisasi terlarang.

f. Fase kebangkitan HMI sebagai pelopor orde baru (1966-1968)

HMI sebagai sumber insani bangsa turut melopori Brde Baru.